Tinggal di Korea, Kimbab Family tetap ajari anak bahasa Indonesia

by -14 views

Jakarta (PKomplek) – Kimbab Family, pasangan suami istri multikultural beserta tiga anaknya, yang menetap di Korea tetap memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Gina dari Indonesia dan Jay dari Korea yang dikenal sebagai Mama Gina dan Appa Jay oleh dalam kanal YouTube Kimbab Family berbagi sedikit cerita mengenai cara memperkenalkan bahasa Indonesia kepada tiga buah hatinya meski selama beberapa tahun belakangan tinggal di Negeri Ginseng.

“Bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dipakai di rumah oleh saya buat ngobrol sama anak-anak, di luar semuanya pakai bahasa Korea semua. Yang penting di dalam rumah (pakai bahasa Indonesia),” kata Gina dalam konferensi pers virtual peluncuran “SoKlin Experience Korean Camellia”, Selasa (22/6).

Baca juga: SoCar hadirkan layanan antar-jemput mobil otonom di Pulau Jeju, Korsel

Baca juga: Festival Rumput Perak Seoul akan dibuka pekan ini

Dalam video-videonya, pasangan ini kerap berbincang dengan bahasa ibu masing-masing, Gina berbicara dengan bahasa Indonesia, sementara Jay bicara dalam bahasa Korea. Dalam beberapa kesempatan, Gina juga bicara dalam bahasa Sunda kepada suami serta anak-anaknya.

Kimbab Family mulai mengunggah video pertama cerita keseharian mereka pada bulan Agustus 2018. Mereka memanfaatkan teknologi melalui YouTube agar terus terkoneksi dengan keluarga masing-masing yang tinggal berjauhan.

Pasangan ini juga bercerita tentang kondisi Seoul selama pandemi COVID-19. Dibandingkan sebelum pandemi, situasi tergolong sepi, aktivitas lebih semarak dibandingkan tahun 2020. Turis-turis domestik mulai bepergian dan tidak ada turis asing yang melancong, kecuali mereka yang sudah lama menetap di Korea.

“Di tempat wisata, protokol kesehatan masih jalan, harus pakai masker, cek suhu dan menulis data lengkap,” kata Jay.

Salah satu destinasi wisata populer di Negeri Ginseng adalah pulau Jeju yang juga dikenal dengan bunga kamelia, bahkan ada bukit kamelia yang disukai sebagai tempat mengabadikan foto-foto indah. Musim semi pada periode Maret hingga Mei disebut paling cocok untuk datang ke Jeju, di mana bunga-bunga bermekaran.

Baca juga: Kiat aman berinternet untuk anak ala YouTuber Kimbab Family

Baca juga: Aroma bunga kamelia dari pulau Jeju kini semerbak di permukaan pakaian

Baca juga: Rangkaian “body care” baru innisfree tawarkan pengalaman relaksasi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © PKomplek 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *