Seorang dokter di Balikpapan meninggal terpapar COVID-19

by -642 views
Balikpapan (PKomplek) – Dokter Rizqoni Imam Noor (40) yang menjabat kepala Puskesmas Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia akibat terpapar COVID-19, Sabtu 6/3, dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Soal dr Rizqoni menjalani perawatan di RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) selama lebih dari sepekan akibat terpapar COVID-19, seperti dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, pekan lalu, saat mengumumkan tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dalam keterangan pers kepada para jurnalis di Dome Balikapan.

“Kebetulan beliau belum divaksin, sebab antara lain tensi darahnya tinggi,” kata dr Juliarty saat itu. Soal kondisi tekanan darah tinggi ini juga yang menjadi komorbid yang bersangkutan.

Baca juga: Dokter spesialis saraf di Jambi meninggal karena COVID-19

Sumber lain menyebutkan bahwa saat akan dicoba terapi transfusi plasma darah konvalesen, mendiang ternyata memiliki golongan darah dengan Rhesus negatif yang langka.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memimpin seremoni singkat pelepasan jenazah di halaman parkir RSKD ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 15 Karang Joang.

Baca juga: Kepala Puskesmas Gending Probolinggo meninggal karena COVID-19

Wali Kota Rizal menyampaikan belangsungkawa kepada istri, anak, dan keluarga, serta rekan-rekan sejawat almarhum.

“COVID-19 tidak pandang bulu. Tidak hanya menimpa orang awam, tapi juga dokter dan perawat yang kita harapkan menyembuhkan dan merawat kita,” kata Wali Kota Rizal.

Baca juga: Ketua MKEK IDI Broto Wasisto tutup usia karena COVID-19

“Kita semua sangat kehilangan.” kata Wali Kota.

Diketahui, dr Rizqan Imam Noor bertugas di Puskesmas Muara Rapak sejak tahun 2015 hingga sakit dan meninggalnya. Istrinya juga seorang dokter, yaitu dr Khairunnisa. Rizqan Imam Noor lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tahun 2006.

“Beliau orang baik. Selama menjadi dokter dan anggota IDI tidak ada cacat dan salahnya,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan dr Drajat Wicaksono pada kesempatan yang sama.

Baca juga: IDI Lampung catat dua anggotanya meninggal dunia terpapar COVID-19

Meninggalnya dr Rizqan menjadikan Balikpapan kehilangan 4 dokter sebab COVID-19 selama setahun wabah ini berkecamuk. Diantaranya adalah dr Suyanto, dan kemudian dr Fajar yang bertugas di RS Pertamina Balikpapan.

Pada kesempatan ini juga Wali Kota sebagai Ketua Satgas COVID-19 mengumumkan perkembangan terakhir penanganan wabah tersebut. Ia menyebutkan vaksinasi untuk para petugas pelayanan publik masih terus berlangsung. Pada Minggu (7/3) sudah dimulai vaksinasi untuk para lansia.

“Tingkat kesembuhan kita juga semakin baik. Hari ini ada 104 pasien sembuh,” kata Wali Kota Rizal.

Jumlah keterisian tempat tidur di 11 rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 juga terus turun. Dari 523 yang disediakan, ada hanya 295 yang terisi, Sisanya yang 228 tempat tidur sudah ditinggal sembuh penghuninya.

Keluarga, istri dan anak mendiang dr Rizqan. Untuk bisa ikut ke pemakaman juga harus mengenakan baju hazmat. (novi abdi/Antara)

***

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © PKomplek 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *