Kebaya encim karya Megi Efriater meriahkan “fashion show” HUT Jakarta

by -31 views

Payakumbuh (PKomplek) – Kebaya encim karya Megi Efriater, perancang busana asal Luak Limopuluh, Sumatera Barat, ikut memeriahkan fashion show yang digelar oleh Perempuan Pelestari Budaya Indonesia (PPBI) dalam serangkaian HUT DKI Jakarta ke-494.

Megi ketika dihubungi dari Payakumbuh, Minggu, mengatakan bahwa dirinya diundang khusus sebagai pengisi utama acara yang diselenggarakan oleh PPBI dengan tema “None Batavia” di Hotel Borobudur Jakarta pada Sabtu (12/6).

“Salah satu tujuan PPBI dalam melestarikan pecinta karya budaya Indonesia adalah untuk memperkenalkan ragam keunikan Indonesia. Pada kebaya saya ini memiliki bordir kerancang khas Luak Limopuluah,” katanya.

Baca juga: Di balik pesona dinamis kaus dari masa ke masa

Ia mengatakan kesempatan seperti ini tidak akan disia-siakan olehnya terlebih bordiran dan kerancang khas Luak Limopuluah sudah mempunyai pangsa pasar di Jakarta.

Hal tersebut juga tidak terlepas karena kebaya encim bordiran memiliki pola yang hampir sama dengan kebaya Betawi.

Ia berharap dengan kesempatan yang didapatkannya kali ini dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian para pengrajin di Luak Limopuluah terlebih saat ini pandemi seperti sekarang.

“Kalau boleh saya tak ingin disebut sebagai desainer dan lebih memilih disebut enterpreneur, karena hasil karya kebaya encim yang saya bawa itu adalah hasil buatan tangan masyarakat Luak Limopuluah yang awalnya saya ajarkan dan diajak untuk berkarya bersama,” ujarnya.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga: Bisnis fesyen saatnya berinovasi dan kolaborasi

Pria yang tinggal di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota itu mengatakan saat ini kebaya encim sudah merambah pasar di Singapura dan Malaysia.

“Kita sebagai enterpreneur harus bekerja lebih keras dan kreatif lagi dalam mencari pasar. Alhamdulillah semua kebaya yang ditampilkan langsung dibeli oleh undangan yang hadir,” kata dia.

Selain itu, dia berharap agar ke depannya bisa terus menjalin kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta dalam mengembangkan dan memasarkan bordiran dan kerancang khas Luak Limopuluah.

Megi yang juga ditunjuk sebagai narasumber di acara talk show berbicara tentang pelestarian budaya untuk generasi muda saat ini dan bagaimana membuat generasi milenial cinta akan budaya dan kerajinan.

“Bordiran dan kerancang tidak hanya bisa diaplikasikan dalam sebuah kebaya encim saja, namun bisa dibuat untuk outer, baju muslim, kurung melayu, gown dan sebagainya. Ini tergantung kita memberikan sentuhan inovasi yang diminati pecinta fashion saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Baju Sadariah, pakaian adat Betawi untuk kaum Adam

Baca juga: Menelusuri sejarah Kebaya Encim

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © PKomplek 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *