Intip sudut tersembunyi untuk penyuka barang antik di Singapura

by -17 views
Jakarta (PKomplek) – Singapura bukan cuma gedung pencakar langit modern, patung singa Merlion, ataupun Jewel Changi Airport. Beberapa kawasan di Singapura, atau sering diistilahkan dengan “neighbourhood”, juga merupakan surga tersembunyi bagi para kolektor benda antik. Simak daftar tempatnya di bawah ini, dikutip dari siaran resmi Singapore Tourism Board, Sabtu.

Beach Road dan Masjid Sultan

Masjid Sultan adalah masjid yang paling ikonik dan sangat familiar untuk turis Indonesia. Sebelum pandemi, siang hari area ini ramai oleh wisatawan yang singgah menunaikan ibadah di Masjid Sultan ataupun makan siang di berbagai kedai dengan sajian menu Melayu ataupun kuliner halal lainnya di sekitarnya.

Baca juga: Berburu restoran “award-winning” di Singapura? Simak daftar berikut

Baca juga: Indonesia-Singapura segera dibuka terbatas, jom ke Kepri

Tak jauh dari Masjid Sultan ini, ada sebuah gang yang bernama Haji Lane, yang belakangan juga cukup sering dijadikan spot layak Instagram karena lukisan dinding alias mural.Di area ini, ada setidaknya tiga toko barang antik yang patut Anda kunjungi,

Jika Impian Anda adalah memiliki aneka barang antik untuk jadi hiasan di rumah, mampirlah ke Heritage Shop di Jalan Sultan. Toko ini bertema retro dan vintage dan menyediakan koleksi lampu kuno yang langka, buku, foto, kartu pos, hingga piringan hitam.

Bergeser sedikit di Haji Lane, Anda akan menemui HYGGE, toko koleksi barang antik bertema Skandinavia dan minimalis, seperti dekorasi atau pernak-pernik rumah, aksesoris tas, dan pakaian. Jangan khawatir kalau-kalau Anda kebablasan belanja di sini, karena HYGGE menyediakan jasa pengiriman internasional. Sementara itu, di Bali Lane, Anda bisa menemukan Straits Records, surga bagi penggemar piringan hitam vintage dan CD ikonik. Straits Records juga rutin mengadakan acara pertunjukan musik bertajuk “Chill Session”, dan workshop untuk para musisi pemula.

 

The Heritage Shop, Singapura (PKomplek/STB)

Wilayah Central South Singapura

Wilayah Central South Singapura terdiri atas beberapa neighbourhood, termasuk Buona Vista, Queenstown, dan Tiong Bahru. Di sini Anda bisa menikmati udara segar di taman alami Kent Ridge Park di Buona Vista, lalu bergeser untuk melihat bangunan-bangunan bernuansa kolonial di Queenstown, dan singgah di berbagai kedai kopi dan pastries di Tiong Bahru.

Dari Spiderman hingga Captain America, komik-komik kuno tersedia di The Corleone Market. Tempat ini juga menjual benda-benda fesyen dan beragam aksesoris lawas. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Anda bisa berwisata di tiga area yang berdekatan tadi sambil berburu barang antik. Bagi Anda kolektor fesyen, komik, dan aksesoris vintage, pastikan Anda sempat melihat koleksi di The Corleone Market yang terletak di Queensway Shopping Center.

Baca juga: Tempat jajan dan belajar sejarah di Singapura

Sementara, bagi Anda penggemar piringan hitam, cobalah bertandang ke YashaShii Trading di Bukit Merah Lane atau ke toko piringan hitam vintage di Curated Records yang terletak Tiong Bahru Road. Mereka menjual koleksinya dengan harga yang sangat terjangkau.

Central South juga memberi opsi bagi pencinta koleksi antik yang cocok dipajang di rumah. Emperor’s Attic misalnya, toko dengan spesialisasi furnitur, keramik, dan pajangan tradisional buatan tangan atau handmade. Pilihan lain untuk menambah nuansa di rumah Anda ada di The Past Perfect Collection, yang khusus menjual perabotan dan furnitur yang minimalis namun masih lekat dengan unsur vintage.

.

Vinyl Kakis (PKomplek/STB)

City Hall

​​​​​​​


City Hall adalah distrik yang masih terhitung pusat kota Singapura. Landmark dari kawasan ini didominasi oleh beberapa bangunan bersejarah, yakni Fort Canning Park, National Gallery Singapore, Asian Civilisation Museums, dan Civilian War Memorial. Ramai di siang hari, banyak pehobi olahraga lari yang menjadikan City Hall sebagai track lari mereka.

Setelah menyusuri area pejalan kaki yang lebar dengan track sepanjang 3,5 kilometer, Anda bisa mampir ke jalanan di sekitar area distrik ini untuk mulai berburu koleksi retro. Jika Anda penyuka piringan hitam klasik dan media penyimpan musik “jadul” yang populer di awal 2000-an yakni CD alias compact disc, Anda boleh singgah ke Roxy Records and Trading ataupun ke Vinyl Kakis. Kedua toko ini terletak di pusat perbelanjaan Excelsior Shopping Centre.

Nah, jika Anda adalah penggemar fotografi dan berminat melihat-lihat kamera antik, Anda harus berkunjung ke Black Market Camera di Coleman Street Peninsula Shopping Centre. Toko Black Market Camera mengklaim sebagai diler kamera antik terbesar di Singapura. Karena barang-barang yang selalu up-to-date dan koleksi yang apik, toko ini menjadi langganan para fotografer, pemusik, hingga orang-orang di industri kreatif.

Orchard

​​​​​​​


Orchard Road adalah pusat perbelanjaan tersibuk di Singapura. Para turis yang memimpikan berbelanja produk-produk yang hits di pasar global pasti menaruh Orchard Road dalam rencana perjalanan mereka. Orchard punya signature tersendiri karena produk kenamaan dunia sering menarget tempat ini untuk jadi lokasi peluncuran produk mereka. Dalam acara tahunan seperti Singapore Great Sale pun, kawasan Orchard semakin hiruk-pikuk karena warga dunia memborong barang-barang branded dari toko-toko dan plaza di seputar kawasan ini.

Orchard yang dikenal dengan produk-produk belanja modern pun ternyata adalah rumah bagi beberapa toko barang antik. Salah satunya adalah The Godown Store, toko berbentuk gudang yang menyediakan A-Z pernak-pernik dan perabotan rumah. Alat dapur kuno, pajangan dinding, hingga miniatur mobil tua berukuran kecil juga dipasarkan di tempat ini. Koleksi The Godown dikumpulkan dari seluruh dunia. Toko lain untuk mencari pajangan dan perabot rumah antik adalah Mobler. Toko berkonsep vintage Scandinavian ini menjual lemari, alat makan, hingga peta. Baik The Godown Store maupun Mobler menyediakan opsi pembelanjaan online dan pengiriman internasional.

Toko terakhir untuk Anda cek saat berada di Orchard adalah Inokii. Koleksi antik unggulan toko ini adalah piringan hitam. Yang juga menjadi koleksi Inokii adalah CD metal/pop/rock disertai dengan beragam merchandise.

Baca juga: Gubernur Kepri: “Safe travel bubble” hindari PHK di sektor pariwisata

Baca juga: Nikmati suasana pantai dengan beragam fasilitas di Pasir Ris

​​​​​​​

Baca juga: Mengenal Dempsey, area dengan sport & wellness tourism di Singapura

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © PKomplek 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *