DJSN: Peserta BPJS Kesehatan kelas III tetap bayar iuran Rp25.500

by -32 views
Jakarta (PKomplek) – Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni mengatakan iuran BPJS Kesehatan kelas III yang harus dibayar oleh Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) tetap sebesar Rp25.500, tanpa ada kenaikan.

“Kami berdiskusi pada rapat koordinasi yang kita lakukan dan konsultasi melalui surat, pemerintah tetap akan merujuk pada regulasi yang berlaku saat ini, jadi seperti yang tercantum pada Perpres (Peraturan Presiden),” kata Achmad dalam Rapat Kerja Dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu.

Sebagai tindak lanjut dari kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 24 November 2020, DJSN telah berkoordinasi dengan kementerian/lingkungan untuk mempertimbangkan relaksasi iuran PBPU dan BP Kelas III, sehingga peserta tetap membayar iuran sebesar Rp25.500 untuk tahun 2021.

Baca juga: DJSN: Kelas rawat peserta JKN akan disamakan, iuran diatur ulang

Baca juga: Staf Ahli Mensos ditetapkan sebagai anggota DJSN

Baca juga: Warga tidak mampu bayar iuran BPJS segera ditanggung negara

Terkait besaran iuran tersebut, DJSN telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kantor Staf Presiden dan BPJS Kesehatan.

Pada rapat itu, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pihaknya telah melakukan pembayaran klaim bayi lahir sebesar Rp 679,576 miliar pada periode pelayanan setelah 9 Juli 2020.

Ali Ghufron menuturkan pada tahun 2020, ada 2.131 rumah sakit yang mengusulkan klaim persalinan. Dari 2.131 rumah sakit itu, ada 275 rumah sakit yang melakukan 90 persen persalinan dengan tindakan bedah sesar.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © PKomplek 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *